Galaxy S26 FE Andalkan AI, Kamera Tetap Jadi Kunci

Teknologi

Samsung Galaxy S26 FE hadir dengan 47 fitur Galaxy AI, tetapi kamera tetap menjadi salah satu daya tarik utamanya. Ponsel yang diperkenalkan secara virtual pada Minggu (18/10/2026) itu membawa kamera utama 50 MP, chipset Exynos 2500, serta dukungan pembaruan perangkat lunak hingga tujuh tahun.

Samsung memosisikan perangkat ini sebagai pilihan bagi pengguna Galaxy A Series maupun pemilik Galaxy S generasi sebelumnya yang ingin beralih ke pengalaman Galaxy S. MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan peningkatan kelas bukan semata soal spesifikasi, melainkan nilai tambah yang dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.

Data internal perusahaan menunjukkan 65 persen pengguna Galaxy S26 FE sebelumnya memakai Galaxy A Series. Sementara itu, 35 persen lainnya merupakan pengguna yang beralih dari Galaxy S generasi terdahulu.

Kamera Galaxy S26 FE dan fitur My FanCam

Kamera menjadi pertimbangan utama bagi 70 persen pengguna ketika memilih perangkat Galaxy S FE, menurut data internal Samsung. Pada Galaxy S26 FE, kamera utama 50 MP ditemani kamera ultra-wide 12 MP dan telefoto 8 MP dengan optical zoom 3x.

Untuk memperluas pilihan pengambilan gambar, ponsel ini mendukung Space Zoom hingga 30x dan perekaman video 8K. Samsung juga menyematkan Nightography Video untuk membantu perekaman dalam kondisi minim cahaya.

Salah satu fitur yang diperkenalkan pada lini Galaxy S melalui model FE ini adalah My FanCam. Pengguna dapat memilih subjek setelah video direkam, lalu fitur tersebut akan mengikuti subjek agar tetap berada di tengah bingkai.

Video juga dapat disiapkan dalam format vertikal maupun lanskap tanpa pemotongan gambar secara manual. Fitur Super Steady Video with Horizontal Lock turut membantu menjaga garis horizon tetap lurus, bahkan ketika ponsel diputar hingga 360 derajat.

47 fitur Galaxy AI untuk mengolah konten

Galaxy S26 FE membawa 47 fitur Galaxy AI, yang terdiri atas 26 fitur on-device, 17 fitur berbasis cloud, dan empat fitur hybrid. Rangkaian fitur itu mencakup pengolahan konten, pencarian informasi, serta dukungan untuk sejumlah aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan data penggunaan internal Samsung selama September 2026, Photo Assist menjadi fitur AI yang paling banyak digunakan, dengan porsi 37 persen dari total penggunaan AI. Now Brief menyusul dengan 22 persen, sedangkan Audio Eraser mencatat 12 persen.

Photo Assist membantu pengguna mengolah foto, sementara Now Brief menyajikan informasi yang relevan dengan aktivitas sehari-hari. Audio Eraser dirancang untuk mengurangi suara yang mengganggu dalam rekaman audio, sebuah fungsi yang dapat berguna saat pengguna menyiapkan konten.

Samsung juga menyertakan Now Nudge untuk memberikan saran kontekstual dalam aktivitas yang didukung. Ada pula Circle to Search with Google untuk mencari informasi dari objek di layar serta Gemini Live, yang memungkinkan interaksi dengan AI melalui kamera atau tampilan layar secara real-time.

Exynos 2500 dan dukungan perangkat lunak panjang

Dari sisi performa, Galaxy S26 FE menggunakan chipset Exynos 2500 dengan fabrikasi 3 nanometer. Samsung mengklaim CPU meningkat hingga 11 persen, GPU 24 persen, dan NPU 51 persen dibandingkan Galaxy S25 FE.

Peningkatan itu ditujukan untuk mendukung aktivitas seperti menjalankan beberapa aplikasi, bermain gim, dan memakai fitur berbasis kecerdasan buatan. Perangkat ini juga memiliki sistem pendingin yang ukurannya diklaim 7 persen lebih besar, sementara chipsetnya disebut 15 persen lebih hemat daya dibanding generasi sebelumnya.

Baterainya berkapasitas 4.900 mAh. Samsung menyebut daya tersebut dapat mendukung pemutaran video hingga 29 jam. Pengisian 45W Super Fast Charging diklaim mampu mengisi baterai hingga 69 persen dalam sekitar 30 menit, sedangkan pengisian nirkabel didukung hingga 15W.

Galaxy S26 FE menjalankan Android 17 dengan antarmuka One UI 9. Samsung menjanjikan hingga tujuh generasi pembaruan sistem operasi dan tujuh tahun pembaruan keamanan sejak peluncuran global. Kombinasi kamera, fitur AI, performa, dan dukungan perangkat lunak itu menjadi tawaran utama ponsel ini; pada akhirnya, kebutuhan pengguna terhadap kamera atau fungsi AI akan menentukan fitur mana yang paling bernilai bagi mereka.