PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 12 November 2026, di Jakarta. Rapat ini menjadi yang pertama bagi KETR setelah perusahaan masuk ke dalam ekosistem Grup Sinar Mas, dengan agenda yang mencakup konfirmasi pengendali dan perubahan susunan direksi serta komisaris.
Manajemen menjadwalkan rapat berlangsung di Rosewood Room, Royal Kuningan Hotel. Dalam keterbukaan informasi pada Rabu, 14 Oktober 2026, KETR menyebut terdapat tiga mata acara yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham.
Tiga agenda RUPSLB KETR
Agenda pertama adalah konfirmasi atas pengendali perseroan sebagai dampak pelaksanaan Penawaran Tender Sukarela. Menurut manajemen, konfirmasi tersebut diperlukan untuk pelaporan kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Agenda kedua menyangkut persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan ini diusulkan seiring dengan penyesuaian jajaran pengurus perseroan setelah KETR masuk ke ekosistem Sinar Mas. Rapat akan menjadi forum bagi pemegang saham untuk membahas dan memberikan keputusan atas usulan tersebut.
Mata acara ketiga berkaitan dengan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar. Penyesuaian itu diajukan agar kegiatan usaha perseroan selaras dengan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Dengan demikian, pembahasan RUPSLB tidak hanya berfokus pada susunan pengurus. Perseroan juga meminta konfirmasi mengenai pengendali dan persetujuan atas penyesuaian anggaran dasar. Ketiga agenda tersebut tercantum dalam bahan rapat yang dipublikasikan KETR.
Johannes diusulkan menjadi calon direksi KETR
Salah satu nama yang tercantum sebagai calon direksi adalah Johannes. Bahan mata acara rapat menyebut ia memiliki pengalaman di bidang keuangan, pengelolaan bisnis, operasional, komersial, investasi, serta infrastruktur telekomunikasi.
Sejak Juni 2026, Johannes menjabat sebagai Direktur PT DSST Dana Gemilang dan Chief Financial Officer PT DSST Mas Gemilang. Sebelumnya, ia menjadi Chief Executive Officer PT Integrasi Jaringan Ekosistem pada Juni 2025 hingga April 2026.
Jejak kariernya juga mencakup PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Ia menjabat Chief Enterprise and Partnership Officer di perusahaan tersebut pada Januari hingga Juni 2025. Setelah itu, pada Desember 2018 sampai Desember 2024, Johannes bertugas sebagai Chief Finance, Operation & Commercial Officer di PT Link Net Tbk.
Sebelum berkarier di sejumlah perusahaan tersebut, Johannes bekerja di PT SMART Tbk selama lebih dari dua dekade, dari Desember 1997 hingga Desember 2018, dengan fokus pada Corporate Treasury & Forex. Ia memulai karier sebagai auditor di Deloitte Touche pada Februari 1996 dan bekerja di sana hingga Desember 1997. Johannes merupakan lulusan Sarjana Akuntansi Universitas Trisakti, Jakarta.
Mona Angelique Susanto juga masuk usulan
Nama lain yang disebut dalam bahan rapat adalah Mona Angelique Susanto. Ia diusulkan sebagai calon direksi dengan pengalaman di bidang pengembangan kinerja strategis, audit internal dan eksternal, manajemen risiko, pengendalian internal, serta keuangan.
Mona menjabat Director of Strategic Performance di PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sejak 2024. Bahan yang dipublikasikan KETR juga menyebut Mona memegang posisi komisaris dan direktur di sejumlah entitas anak DSSA.
Usulan perubahan pengurus dan penyesuaian anggaran dasar akan menunggu keputusan para pemegang saham dalam RUPSLB. Sampai rapat digelar, nama-nama yang tercantum masih berstatus calon yang diajukan, sementara agenda konfirmasi pengendali dan perubahan Pasal 3 juga masih harus memperoleh persetujuan sesuai pembahasan rapat.
Perhatian investor berikutnya tertuju pada hasil RUPSLB 12 November 2026. Keputusan dalam rapat itu akan menentukan susunan pengurus KETR dan langkah formal perseroan dalam menyesuaikan anggaran dasarnya dengan klasifikasi usaha terbaru.
