Megawati Bersinar, Hyundai Hillstate Punya Modal di V-League

Olahraga

Megawati Hangestri Pertiwi membawa modal positif bagi Suwon Hyundai E&C Hillstate menjelang Liga Voli Korea 2026/2027. Meski timnya tersingkir dari KOVO Cup 2026 setelah menelan dua kekalahan, pemain berjuluk Megatron itu menunjukkan produktivitas dan mulai membangun koneksi permainan dengan setter Kim Da-in.

Dalam dua pertandingan pramusim tersebut, Megawati mengoleksi total 29 poin. Ia mencetak 14 poin saat menghadapi Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass dan menambah 15 poin ketika Hyundai Hillstate berjumpa GS Caltex Seoul KIXX.

Hasil KOVO Cup memang belum menggembirakan. Hyundai Hillstate kalah 0-3 dalam kedua laga dan menutup fase grup sebagai juru kunci Grup B. Namun, catatan individu Megawati dan perkembangan aliran serangan menjadi bekal yang bisa dibawa tim ke kompetisi resmi.

Produktivitas Megawati jadi sinyal positif

Penampilan Megawati melawan GS Caltex menjadi salah satu sorotan. Pada set ketiga, ia menghasilkan 10 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 56,25 persen. Catatan itu memperlihatkan potensinya sebagai salah satu tumpuan serangan Hyundai Hillstate, meski tim belum berhasil mengubah performa tersebut menjadi kemenangan.

Pelatih Kang Sung-hyung menilai kerja sama Megawati dengan Kim Da-in mulai menunjukkan perkembangan. Umpan sang setter lebih sering berujung serangan pada set ketiga, sementara kontribusi para middle blocker juga dinilai meningkat dibandingkan pertandingan pertama.

Perkembangan hubungan antara setter dan penyerang penting bagi tim yang masih membangun kekompakan. Distribusi bola yang lebih lancar dapat membuka lebih banyak peluang bagi Megawati, sekaligus memberi Hyundai Hillstate variasi serangan agar tidak bergantung pada satu pemain.

Megawati sendiri datang ke musim baru dengan tekad untuk tampil lebih baik. Ia mengatakan terus meningkatkan kemampuan dan kondisi fisiknya setelah menjalani pemulihan cedera lutut yang dialami pada final Liga Voli Korea 2025. Ia juga memilih tidak mengikuti agenda Timnas Voli Putri Indonesia sepanjang tahun ini untuk beristirahat dan memulihkan kebugaran.

“Saya berlatih seperti saat di Red Sparks dan mencoba tampil lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Megawati, seperti dikutip dari Yonhap.

Pekerjaan rumah Hyundai Hillstate di lini depan

Produktivitas Megawati menjadi alasan Hyundai Hillstate tetap diperhitungkan dalam persaingan V-League, tetapi tim masih memiliki sejumlah hal yang perlu dibenahi. Media Korea Selatan Sports Khan menyoroti kekalahan beruntun di KOVO Cup sebagai pekerjaan rumah bagi skuad asuhan Kang.

Salah satu tantangan datang dari sektor middle blocker. Lee Da-hyeon meninggalkan tim pada musim 2025-2026, sementara pemain senior Yang Hyo-jin telah pensiun. Perubahan itu membuat Hyundai Hillstate perlu menemukan susunan baru untuk menjaga kekuatan blok dan keseimbangan permainan.

Kim Hee-jin diharapkan mengambil peran penting di depan net. Kang perlu menemukan kombinasi yang tepat agar perubahan pemain tidak meninggalkan celah dalam pertahanan saat tim menghadapi lawan-lawan kuat sepanjang musim.

Hyundai Hillstate juga harus membenahi penerimaan servis. Saat menghadapi GS Caltex, Jordan Wilson menerima 22 servis lawan—jumlah terbanyak di antara pemain Hyundai Hillstate. Ia menyumbang 13 poin, tetapi efektivitas serangannya tercatat 30,30 persen.

Kolaborasi serangan menjadi kunci musim baru

Di sisi serangan, Megawati akan menjadi andalan bersama Jordan Wilson. Keduanya memberi pilihan bagi setter Kim Da-in untuk mengatur distribusi bola. Kombinasi tersebut diharapkan membuat serangan Hyundai Hillstate lebih beragam, terutama ketika salah satu pemain mendapat penjagaan ketat.

Kehadiran Megawati juga menjadi perhatian karena ia pernah mencuri perhatian saat memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Kini, bersama klub barunya, ia menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa kontribusi individualnya dapat menyatu dengan kebutuhan tim. Popularitasnya turut memberi daya tarik bagi penggemar internasional terhadap Liga Voli Korea.

Pramusim yang berakhir dengan dua kekalahan belum menjadi gambaran utuh perjalanan Hyundai Hillstate di kompetisi resmi. Namun, catatan 29 poin Megawati, membaiknya koneksi dengan Kim Da-in, serta kebutuhan membenahi blok dan penerimaan servis menunjukkan pekerjaan yang harus dituntaskan. Seberapa cepat tim merapikan aspek-aspek itu akan menentukan apakah modal positif Megawati dapat berkembang menjadi hasil nyata di V-League.