Prodi S1 dengan Pengangguran Terbanyak, Ini Datanya

Pendidikan

Manajemen menjadi program studi S1 yang paling banyak dijumpai di kalangan penganggur berpendidikan tinggi, menurut kajian LPEM FEB UI yang menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025. Lima prodi disebut mencakup sekitar 40 persen dari seluruh penganggur dengan pendidikan minimal S1. Namun, rincian yang tersedia hanya mencantumkan empat nama prodi beserta persentasenya.

Pengangguran terdidik mencapai lebih dari satu juta orang

Badan Pusat Statistik (BPS) menggolongkan lulusan diploma IV, sarjana, magister, hingga doktor yang belum bekerja sebagai pengangguran terdidik. Berdasarkan data BPS per Mei 2026 yang dikutip dalam laporan, jumlahnya mencapai 1.033.182 orang.

Angka tersebut setara dengan sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta penganggur di Indonesia. Data ini menggambarkan bahwa persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan mereka yang berpendidikan rendah. Lulusan perguruan tinggi pun menghadapi tantangan untuk masuk ke pasar kerja.

Kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyoroti kesiapan pasar kerja dalam menyerap lulusan pendidikan tinggi. Dasar kajiannya adalah Sakernas yang dilaksanakan BPS pada Agustus 2025.

Manajemen tercatat dengan porsi terbesar

Dalam daftar prodi S1 yang dikutip, manajemen menempati posisi pertama dengan kontribusi 10,3 persen dari penganggur berpendidikan minimal S1. Ekonomi berada di urutan berikutnya dalam daftar yang tersedia, dengan porsi 8,7 persen.

Setelah itu, pendidikan tercatat sebesar 7,1 persen dan akuntansi 5,1 persen. Naskah sumber menyebut ada lima prodi dalam daftar, tetapi bagian untuk posisi kedua tidak tercantum. Karena itu, nama prodi dan persentasenya tidak dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.

Angka-angka tersebut menunjukkan seberapa besar bagian penganggur S1 yang berasal dari prodi terkait dalam kajian. Data itu tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab seseorang belum bekerja, ataupun berarti lulusan dari prodi tersebut pasti akan menganggur.

Jumlah mahasiswa manajemen juga paling besar

Banyaknya lulusan manajemen yang tercatat sebagai penganggur muncul bersamaan dengan besarnya jumlah mahasiswa di bidang tersebut. Statistik Pendidikan Tinggi 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat 210.182 mahasiswa baru manajemen pada tahun itu.

Manajemen juga menjadi prodi dengan jumlah mahasiswa terdaftar terbanyak, yakni 1.168.252 orang. Data yang sama mencatat 140.132 lulusan manajemen pada 2025, jumlah tertinggi di antara prodi yang disebut dalam laporan.

Besarnya jumlah mahasiswa dan lulusan memberi konteks bagi tingginya jumlah penganggur dari prodi manajemen. Namun, kedua data tersebut mengukur hal yang berbeda: satu menunjukkan skala peserta didik, sedangkan kajian LPEM FEB UI membahas komposisi penganggur berpendidikan tinggi.

Hukum, pendidikan, dan akuntansi turut banyak diminati

Ilmu hukum juga tercatat memiliki banyak mahasiswa baru pada 2025, yakni 86.937 orang. Pendidikan Guru Sekolah Dasar mencatat 102.244 mahasiswa baru, sedangkan Pendidikan Agama Islam memiliki 59.804 mahasiswa baru.

Akuntansi berada di antara prodi dengan mahasiswa baru terbanyak, dengan 75.571 orang. Hukum, pendidikan, dan akuntansi juga disebut masuk dalam daftar prodi dengan jumlah mahasiswa terdaftar yang besar. Dalam urutan jumlah lulusan 2025, laporan menyebut pendidikan, akuntansi, dan hukum mengikuti manajemen, tetapi rincian lengkap lima prodi lulusan tidak tersedia.

Data lintas prodi ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi calon mahasiswa, tetapi bukan satu-satunya dasar memilih jurusan. Informasi tentang kebutuhan pasar kerja dan kesiapan lulusan tetap perlu dibaca bersama minat, kemampuan, serta perkembangan bidang pekerjaan. Gambaran yang lebih lengkap juga membutuhkan rincian utuh mengenai prodi kedua dalam daftar dan data penyerapan lulusan.