Alvin Tedjo Menang Pilwali Mississauga, Kalahkan Petahana

Dunia

Alvin Tedjo terpilih memimpin Mississauga setelah mengungguli petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie dalam pemilihan pada 26 Oktober 2026. Kemenangan politikus keturunan Indonesia itu mengakhiri kegagalannya merebut jabatan yang sama dua tahun sebelumnya.

Hasil sementara yang dikutip Koran Jakarta mencatat Tedjo memperoleh 74.479 suara, disusul Parrish dengan 51.853 suara dan Crombie dengan 43.191 suara. Pemilihan itu diikuti 14 kandidat. Koran Jakarta menyebut perolehan Tedjo setara 38,9 persen, sementara The Asian Post menuliskannya sekitar 35 persen. Pengesahan resmi hasil masih menunggu otoritas setempat.

Persaingan tersebut mempertemukan Tedjo dengan dua tokoh yang lebih berpengalaman di pemerintahan kota. Parrish adalah wali kota petahana, sedangkan Crombie pernah memimpin Mississauga selama sekitar sembilan tahun sebelum meninggalkan jabatan itu pada 2024, menurut Koran Jakarta.

Dari anggota dewan kota menuju kursi wali kota

Jalan Tedjo menuju kemenangan kali ini tidak langsung. Pada pemilihan sela 2024, ia berada di posisi kedua di belakang Parrish. Ia kemudian kembali mencalonkan diri dan berhasil mengungguli kedua pesaing utamanya.

Sebelum masuk ke balai kota, Tedjo pernah mencoba berkiprah di politik tingkat provinsi. Ia maju di daerah pemilihan Oakville North-Burlington pada 2018, tetapi berakhir di posisi ketiga. CNBC Indonesia juga mencatat ia pernah mengikuti kontestasi untuk memimpin Partai Liberal Ontario dan meraih 2,7 persen suara.

Tedjo terpilih menjadi anggota dewan Kota Mississauga pada 2022. Sebelum itu, ia bekerja sebagai penasihat dan staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario. Ia juga menghabiskan empat tahun di bidang hubungan pemerintah Sheridan College, lalu memimpin strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University.

Carolyn Parrish dan Bonnie Crombie pernah mengakui kinerja Tedjo sebagai anggota dewan, tetapi keduanya juga menilai ia belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin kota. Hasil pemilihan kali ini menempatkan Tedjo di posisi tertinggi dalam pemerintahan Mississauga, setelah sebelumnya berkiprah sebagai wakil terpilih di tingkat kota.

Akar keluarga Padang dan masa kecil di Mississauga

Orang tua Tedjo berasal dari Padang, Sumatera Barat. Keluarganya menetap di Mississauga ketika ia berusia empat tahun. Koran Jakarta menyebut Tedjo berasal dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia, sementara laporan CNBC Indonesia menggambarkan masa kecilnya di pusat kota, di rumah yang menghadap Balai Kota.

Kedekatan dengan pusat pemerintahan itu beriringan dengan keterlibatannya dalam kegiatan publik sejak muda. Saat SMA, Tedjo menjadi presiden dewan siswa dan duduk di komite penasihat pemuda wali kota. Pada pertengahan 1990-an, ia menerima penghargaan Young Citizen of the Year dan bertemu dengan wali kota saat itu, Hazel McCallion.

Dalam siniar pada 2025, Tedjo mengaitkan pengalamannya sebagai anak imigran dengan cara ia melihat tantangan yang dihadapi masyarakat. Ia juga pernah menceritakan pesan McCallion yang mendorongnya masuk ke politik. Perjalanan dari kegiatan siswa hingga menjadi anggota dewan kota berlangsung selama puluhan tahun, dengan beberapa kekalahan dalam pemilihan di antaranya.

Janji kampanye menyasar biaya hidup dan perumahan

Dalam kampanye, Tedjo menekankan kebutuhan keluarga dan generasi muda di Mississauga. Ia menyebut keterjangkauan rumah, keamanan lingkungan, serta peluang bagi anak muda untuk membangun masa depan sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah kota.

Setelah hasil pemilihan menunjukkan keunggulannya, Tedjo menyampaikan terima kasih kepada pendukung melalui Instagram. “Mississauga telah memilih perubahan. Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami sepanjang perjalanan kami. Saya siap untuk memulai dengan energi yang kami bawa ke Mississauga setiap hari selama kampanye kami,” tulisnya, sebagaimana dikutip Koran Jakarta.

Ia juga menginginkan anak-anaknya dan keluarga lain di kota itu memperoleh kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pesan tersebut menjadi dasar kampanyenya, termasuk dorongan untuk menyediakan lebih banyak rumah terjangkau dan lingkungan yang lebih aman.

Kini, proses yang masih tercatat dalam laporan Koran Jakarta adalah pengesahan hasil oleh otoritas setempat. Hingga tahap itu rampung, angka perolehan suara yang beredar tetap berstatus sementara.