Oppo menyiapkan Find X10 dan Find X10 Pro Max untuk memperluas pijakan di pasar premium Eropa. Dua ponsel flagship itu akan menjadi ujian awal strategi perusahaan untuk tampil sebagai alternatif bagi konsumen yang selama ini banyak memilih Apple atau Samsung.
CEO Oppo Europe Elvis Zhou mengatakan, perusahaan tidak berambisi menggantikan posisi dua merek tersebut ataupun bersaing dengan menawarkan harga lebih murah. Oppo, kata dia, ingin menghadirkan pilihan ketiga dengan pengalaman yang berbeda.
“Saya percaya konsumen lokal Eropa akan tertarik pada opsi ketiga yang bagus,” ujar Zhou dalam wawancara roundtable bersama TechRadar.
Strategi itu datang ketika industri smartphone menghadapi tekanan. Data Counterpoint Research yang dikutip TechRadar menunjukkan kuartal ketiga 2026 menjadi periode dengan penjualan smartphone terendah untuk kuartal ketiga dalam 14 tahun terakhir. Pangsa pasar Oppo, Xiaomi, dan Vivo turun dibandingkan periode sama pada 2025, sementara Apple dan Samsung mencatat pertumbuhan pangsa pasar meski penjualan tahunan keduanya ikut melemah.
Dominasi Apple dan Samsung jadi tantangan
Di Eropa, Apple dan Samsung masing-masing menguasai sekitar 34 persen pasar smartphone. Gabungan pangsa keduanya mencapai 68 persen. Adapun pangsa Oppo di kawasan itu berada di kisaran 1 hingga 4 persen, bergantung pada sumber yang digunakan.
Jarak tersebut mencerminkan tantangan yang harus dihadapi Oppo. Zhou mengakui dua merek mapan itu unggul dalam kesadaran merek, saluran penjualan, dan jaringan ritel. Perusahaan tidak menyatakan akan menggeser mereka, melainkan berupaya menawarkan alasan berbeda bagi konsumen untuk memilih ponsel flagship.
Persaingan juga berlangsung di tengah kenaikan tajam biaya komponen yang menekan ponsel kelas bawah dan menengah. Konsumen semakin lama mempertahankan perangkat lama dan lebih selektif dalam membelanjakan uang. Dalam situasi itu, Oppo memilih mengarahkan fokus ke segmen premium, bukan menjadikan harga murah sebagai daya tarik utama.
Find X10 dan Find X10 Pro Max yang berfokus pada kamera diperkirakan lebih mahal dibandingkan pendahulunya. Keduanya dijadwalkan meluncur pada 21 Oktober. Oppo belum menjadikan harga sebagai senjata, tetapi menempatkan pengalaman penggunaan sebagai pembeda yang ingin ditonjolkan.
Imaging, AI, dan rekomendasi pengguna
Oppo mengidentifikasi tiga kecenderungan konsumen muda Eropa yang dinilai dapat mendukung strategi tersebut. Mereka semakin nyaman membeli ponsel secara online, sehingga merek bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli. Di saat yang sama, generasi muda cenderung meragukan iklan dan lebih percaya pada pengalaman nyata yang dibagikan pengguna lain di media sosial.
Menurut Zhou, testimoni organik hanya akan meyakinkan jika produk yang dibicarakan memang memberikan pengalaman baik. Temuan Oppo juga menunjukkan konsumen muda menaruh perhatian pada kemampuan fotografi atau imaging, fitur AI, serta ketahanan baterai. Ketiga aspek itu berpeluang menjadi bagian penting dari daya tarik Find X10.
Kecenderungan ketiga berkaitan dengan penggunaan alat AI dalam proses mencari informasi sebelum membeli. Zhou menyebut lebih dari 40 persen anak muda bertanya kepada alat AI ketika hendak membeli ponsel baru. Menurutnya, alat semacam itu dapat mengarahkan perhatian pada fitur dan pengalaman produk.
TechRadar menguji perbedaan hasil pencarian dengan menanyakan rekomendasi ponsel terbaik untuk fotografi. ChatGPT menempatkan Oppo Find X9 Ultra di posisi pertama, sedangkan Google tidak menyebut Oppo sampai pengguna membuka panduan khusus kamera ponsel terbaik. Contoh itu memberi gambaran bahwa rekomendasi berbasis AI dapat memengaruhi visibilitas sebuah merek, meski belum memastikan keputusan pembelian konsumen.
Privasi dan kepatuhan di pasar Eropa
Dalam wawancara yang sama, Zhou menanggapi pertanyaan tentang persepsi terhadap perusahaan teknologi China di Barat, terutama terkait privasi. Ia menilai konsumen muda Eropa berpikiran terbuka, terdidik, dan rasional dalam mengambil keputusan. Menurutnya, mereka menilai produk berdasarkan kualitas pengalaman dan nilai yang ditawarkan.
Namun, perhatian terhadap privasi data tetap menjadi hal penting di Eropa. Zhou mengatakan Oppo memberi perhatian besar pada kebijakan kepatuhan dan memastikan rancangan produknya memenuhi tuntutan regulasi yang berlaku. Pernyataan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kepercayaan di pasar yang menjadi target ekspansi.
Ambisi Oppo masih harus berhadapan dengan dominasi kuat Apple dan Samsung serta pangsa pasarnya yang relatif kecil. Karena itu, peluncuran Find X10 bukan sekadar memperkenalkan dua ponsel baru, melainkan menguji apakah keunggulan kamera, AI, baterai, dan pengalaman pengguna cukup kuat untuk menarik konsumen premium Eropa. Respons pasar terhadap seri tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah strategi Oppo berikutnya.
