The Social Reckoning diperkirakan meraup US$6 juta di box office domestik pada akhir pekan perdananya, dari penayangan di 2.606 layar bioskop. Meski hasil itu sedikit lebih baik daripada estimasi awal, debut film arahan Aaron Sorkin tersebut masih tertinggal dari Digger dan jauh di bawah capaian film pendahulunya, The Social Network.
Perolehan tersebut menempatkan drama tentang skandal Facebook ini dalam posisi yang kurang mengesankan pada pekan pembukaannya. Namun, besarnya pendapatan awal bukan satu-satunya ukuran untuk menilai risiko finansial sebuah film. Anggaran produksi The Social Reckoning yang relatif terukur memberi film itu ruang lebih besar untuk menghadapi perjalanan box office berikutnya.
Debut The Social Reckoning tertinggal dari pendahulunya
The Social Network, yang dirilis pada 2010, membuka penayangan dengan pendapatan US$22,4 juta. Angka itu hampir empat kali lebih besar daripada proyeksi debut The Social Reckoning, bahkan sebelum memperhitungkan inflasi. Perbandingan tersebut menunjukkan jarak yang lebar antara penerimaan awal kedua film.
Meski sama-sama berkaitan dengan kisah Facebook, capaian pembukaan itu tidak serta-merta menjelaskan bagaimana perjalanan kedua film akan berakhir. Data yang tersedia saat ini menggambarkan hasil pekan perdana The Social Reckoning, bukan total pendapatan akhirnya. Film tersebut masih harus mengandalkan penayangan selanjutnya untuk menambah pemasukan.
Di dalam negeri, pembukaan The Social Reckoning juga berada di bawah Digger, film yang dibintangi Tom Cruise. Film itu mencatatkan US$8 juta pada pekan pertamanya. Selisih US$2 juta membuat debut The Social Reckoning tampak lebih lemah, meski kedua film memiliki skala produksi yang berbeda jauh.
Digger diproyeksikan menanggung kerugian lebih dari US$150 juta. Dengan anggaran produksi yang diperkirakan mencapai US$125 juta hingga US$180 juta, film tersebut disebut berpotensi menjadi salah satu kegagalan box office terbesar pada 2026, bahkan salah satu yang terburuk dalam sejarah perfilman. Proyeksi itu menempatkan hasil pembukaannya dalam konteks risiko biaya yang besar.
Anggaran lebih kecil memberi ruang bagi film
Situasinya berbeda bagi The Social Reckoning. Film yang dibintangi Mikey Madison dan Jeremy Allen White itu diproduksi dengan anggaran sekitar US$30 juta. Biaya tersebut jauh di bawah perkiraan anggaran Digger, sehingga pendapatan pembukaan yang lebih rendah tidak otomatis menempatkan film Sorkin pada risiko kerugian sebesar film Tom Cruise tersebut.
Perbedaan anggaran menjadi salah satu faktor penting dalam membaca angka box office. Pendapatan US$6 juta memang belum besar, tetapi biaya produksi yang lebih hemat memberi The Social Reckoning ruang bernapas lebih lega selama masa tayangnya. Itu bukan jaminan film akan menghasilkan keuntungan; capaian berikutnya tetap bergantung pada penerimaan penonton dan pendapatan yang terkumpul dari berbagai pasar.
Dari luar Amerika Utara, film ini menambahkan sekitar US$3,5 juta dari 29 pasar internasional. Tambahan tersebut membawa total pembukaan globalnya ke angka US$9,5 juta. Dengan demikian, pasar luar negeri ikut memperkuat hasil awal, walaupun belum mengubah gambaran bahwa debut film ini masih berada di bawah pembanding domestiknya.
Penerimaan penonton dan persaingan akhir pekan
Respons penonton yang tercermin lewat CinemaScore juga belum terlalu kuat. The Social Reckoning memperoleh nilai B-, lebih rendah daripada nilai B+ yang diraih The Social Network. Perbedaan nilai itu memberi petunjuk bahwa penerimaan awal terhadap film terbaru ini tidak sebaik pendahulunya, meski skor tersebut hanya salah satu gambaran respons penonton.
Persaingan di bioskop turut menjadi tantangan. Pada akhir pekan yang sama, film horor dan sejumlah rilisan bergenre musim gugur lebih banyak menarik perhatian penonton daripada drama yang berorientasi pada musim penghargaan. Kondisi tersebut membuat The Social Reckoning harus bersaing untuk mendapatkan perhatian di tengah pilihan film yang lebih beragam.
Angka pekan pertama memperlihatkan bahwa The Social Reckoning belum menyamai daya tarik komersial The Social Network. Namun, anggaran produksi yang jauh lebih rendah membedakan risikonya dari Digger, yang menghadapi proyeksi kerugian besar. Perkembangan pendapatan pada pekan-pekan berikutnya akan menjadi penentu apakah film Sorkin mampu memperpanjang napasnya di bioskop.
