Artos alias AO menuding Ruben Onsu menampilkan citra religius yang, menurut pandangannya, tidak sejalan dengan dugaan interaksi sang presenter dengan pria berinisial Y. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di tengah perseteruan yang telah bergulir ke ranah hukum.
Artos bahkan menyebut persoalan tersebut sebagai penistaan agama menurut pendapat pribadinya. Ia meminta Ruben tidak mempermainkan agama, sembari mengaitkan kritiknya dengan unggahan dan atribut keagamaan yang dinilai kerap ditampilkan Ruben di media sosial.
Ruben diketahui melaporkan dua pria berinisial AO atau Artos dan F atau Y ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Tuduhan yang disampaikan Artos merupakan klaim sepihak dalam konflik tersebut, bukan kesimpulan hukum.
Artos mengaitkan tudingan dengan unggahan Ruben
Dalam keterangannya, Artos mengatakan mulai menelusuri aktivitas Ruben di media sosial setelah mengetahui presenter itu pulang dari ibadah umrah pada Oktober 2025. Ia lalu menghubungkan sejumlah unggahan dengan dugaan interaksi Ruben dan Y, yang ia sebut sebagai temannya.
“Aku cari tahu tuh di sosial media, dia pulang umrah. Nah, dia pulang umrah itu Oktober 2025,” kata Artos, seperti dikutip dari tayangan YouTube dalam pemberitaan VIVA. Ia kemudian mengomentari apa yang dianggapnya sebagai ketidaksesuaian antara citra religius Ruben dan persoalan yang ia ceritakan.
“Sorry, jangan mempermainkan agama,” ujar Artos. Ia juga menyinggung unggahan dan atribut keagamaan Ruben, serta menyebut sang presenter membangun citra sebagai laki-laki saleh. Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada keras saat Artos membahas dugaan kedekatan Ruben dengan Y.
Artos mengaku tidak berniat mencampuri kehidupan pribadi Ruben. Namun, menurut dia, persoalan itu menjadi penting untuk dibicarakan karena Y merupakan temannya. Ia menilai ada keterlibatan orang yang dekat dengannya dalam rangkaian kejadian yang ia ungkapkan.
Klaim soal percakapan dan dugaan interaksi
Artos mengklaim memiliki materi berupa unggahan dan percakapan yang menurutnya berkaitan dengan interaksi Ruben dan Y. Ia menggunakan materi tersebut sebagai dasar untuk menyampaikan tudingan kepada publik. Namun, rincian isi materi itu tidak dipaparkan secara lengkap dalam keterangan yang tersedia.
Ia juga menyatakan bahwa persoalan tersebut bukan lagi sekadar urusan pribadi karena, menurut versinya, ada temannya yang terlibat. Di sisi lain, penilaian Artos mengenai hubungan maupun perilaku Ruben tetap merupakan tudingan yang perlu dibedakan dari fakta yang telah dipastikan.
Konflik ini turut berkaitan dengan beredarnya pembahasan tentang video call Ruben dengan seseorang. Pemberitaan lain menyebut Sarwendah mengunggah video tersebut dan mengatakan persoalan yang terus dibiarkan dapat memengaruhi reputasinya. Dalam pernyataannya, ia mengatakan akan meluruskan hal-hal yang dituduhkan kepadanya dan mengeluarkan bukti yang dimiliki satu per satu.
Rangkaian persoalan itu memperlihatkan bahwa sengketa tidak hanya berlangsung melalui pernyataan di media sosial dan konferensi pers, tetapi juga telah berujung pada laporan ke polisi. Meski begitu, bahan pemberitaan yang tersedia belum memuat penetapan hukum atas tuduhan pencemaran nama baik maupun klaim-klaim yang disampaikan Artos.
Perseteruan masuk ranah hukum
Laporan Ruben terhadap Artos dan F di Polda Metro Jaya menjadi bagian penting dari perkembangan kasus. Perkara tersebut berangkat dari tuduhan pencemaran nama baik, sementara Artos memaparkan alasan dan versinya mengenai dugaan interaksi Ruben dengan Y.
Dalam situasi seperti ini, klaim dari pihak-pihak yang berseteru perlu ditempatkan secara proporsional. Pernyataan dalam konferensi pers ataupun unggahan media sosial belum dengan sendirinya membuktikan kebenaran suatu tuduhan. Penilaian atas perkara hukum berada pada proses yang berwenang, bukan pada kesimpulan yang muncul dari potongan pernyataan di ruang publik.
Artos menegaskan bahwa kritiknya berangkat dari anggapan adanya jarak antara citra religius Ruben dan hal yang ia tuduhkan. Sementara itu, laporan polisi menunjukkan bahwa perselisihan tersebut kini memiliki jalur hukum yang harus diikuti. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada proses dan bukti yang diajukan masing-masing pihak.
Di tengah silang pernyataan itu, publik masih menunggu kejelasan dari proses hukum serta keterangan lebih lengkap dari pihak-pihak terkait. Sampai ada informasi yang dapat diverifikasi, tudingan mengenai Ruben dan Y sebaiknya tetap dipahami sebagai klaim yang belum menjadi fakta hukum.
