Dinkes Balikpapan Perkuat Vaksinasi HPV dan Deteksi Kanker

Kesehatan

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mendorong vaksinasi HPV, pemeriksaan kesehatan berkala, dan pola hidup sehat untuk membantu mencegah kanker sejak dini. Kepala Dinkes Balikpapan Alwiati mengatakan upaya pencegahan dan deteksi dini penting karena sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal.

Salah satu program yang dijalankan adalah vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak usia sekolah dasar. Vaksinasi tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan kanker serviks yang berkaitan dengan infeksi HPV. Alwiati menyampaikan hal itu pada Kamis, 15 Oktober 2026.

“Untuk pencegahan kanker serviks, kami melakukan vaksinasi HPV pada anak usia sekolah dasar. Selain itu, vaksinasi secara umum juga terus kami dorong sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit,” kata Alwiati.

Vaksinasi HPV disertai pemeriksaan berkala

Dinkes mengingatkan bahwa vaksinasi perlu berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala. Menurut Alwiati, masyarakat, terutama perempuan, sebaiknya tidak menunda pemeriksaan karena khawatir mengetahui hasil diagnosis.

Ia mengajak warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas. Pemeriksaan itu, kata dia, dapat menjadi langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, sekaligus mengurangi kecenderungan mengabaikan keluhan atau menunda mencari layanan kesehatan.

“Jangan takut melakukan deteksi dini. Jangan karena takut mengetahui hasil pemeriksaan kemudian memilih tidak memeriksakan diri. Datang ke puskesmas dan manfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” ujarnya.

Untuk mendukung deteksi dini kanker serviks, pemeriksaan HPV DNA dan metode pemeriksaan lainnya juga menjadi bagian dari upaya pencegahan. Dinkes turut mengimbau perempuan mengenali perubahan pada tubuh, termasuk pada payudara, serta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan jika menemukan keluhan.

Deteksi dini kanker dimulai dari kepedulian

Imbauan tersebut menempatkan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah yang perlu dilakukan tanpa menunggu munculnya kekhawatiran yang lebih besar. Pesan Alwiati juga menyoroti hambatan berupa rasa takut terhadap hasil pemeriksaan. Padahal, warga dapat berkonsultasi dan memanfaatkan layanan di puskesmas untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Dinkes tidak hanya menekankan vaksinasi dan pemeriksaan. Pola hidup sehat juga menjadi perhatian, termasuk upaya mengurangi faktor risiko kanker yang dapat dicegah. Salah satu faktor yang disoroti adalah kebiasaan merokok.

Alwiati menilai generasi muda, termasuk mahasiswa, punya peran strategis dalam menyebarkan kesadaran tentang pentingnya hidup sehat. Mereka diharapkan bukan sekadar memahami bahaya rokok, melainkan juga memberi contoh dan mengajak masyarakat menerapkan perilaku sehat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kita berharap generasi muda dapat menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan ikut mengampanyekan hidup tanpa rokok,” kata Alwiati.

Kawasan tanpa rokok jadi bagian upaya pencegahan

Dinkes mengaitkan dorongan hidup sehat itu dengan penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Balikpapan. Lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi, dipandang sebagai ruang penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan bebas asap rokok.

Pemerintah Kota Balikpapan akan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan media untuk menyosialisasikan penerapan KTR. Penertiban terhadap pelanggaran juga dapat disertai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Rangkaian upaya tersebut mencakup pencegahan melalui vaksinasi HPV bagi anak sekolah dasar, pemeriksaan kesehatan berkala, dan ajakan mengurangi faktor risiko. Dinkes berharap masyarakat tidak menunggu keluhan berkembang sebelum memeriksakan diri, serta memanfaatkan layanan yang tersedia di puskesmas.

Keberhasilan pencegahan juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Dengan keterlibatan warga, tenaga kesehatan, akademisi, mahasiswa, dan media, informasi tentang vaksinasi, deteksi dini, serta perilaku hidup sehat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Balikpapan.