Ukraina mendapat persetujuan Amerika Serikat untuk membeli 500 rudal pencegat Patriot PAC-3, tetapi keputusan itu belum menjawab kebutuhan paling mendesak Kyiv: kapan senjata tersebut tiba. Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan pengiriman bisa tertunda hingga beberapa tahun, sementara persediaan rudal pertahanan udara Ukraina disebut kian menipis.
Departemen Luar Negeri AS mengumumkan persetujuan penjualan pada Jumat. Nilai paket yang mencakup rudal dan peralatan pendukung itu mencapai 2,1 miliar dollar AS, menurut ANTARA. Rencana tersebut masih harus ditinjau Kongres AS sebelum penjualan dapat dilanjutkan.
Soal waktu pengiriman belum disampaikan secara resmi. Ketidakpastian itu membuat persetujuan pembelian belum serta-merta menjadi tambahan pertahanan yang bisa segera digunakan Ukraina.
Kyiv meminta solusi sebelum rudal baru datang
Dalam unggahan di X pada Jumat malam, Zelensky menyatakan bahwa Ukraina membutuhkan pencegat PAC-3 untuk menghadapi ancaman yang sedang berlangsung, bukan hanya pengadaan yang realisasinya masih jauh. Ia meminta mitra AS mencari cara untuk memenuhi kebutuhan saat ini.
“Kami meminta mitra Amerika kami untuk menemukan solusi untuk saat di mana ada bahaya nyata dan kebutuhan nyata untuk menggunakan pencegat PAC-3,” kata Zelensky.
Seperti dilaporkan detikNews, Zelensky juga mengusulkan agar AS dan negara-negara Eropa mempertimbangkan penggunaan rudal yang sudah tersimpan. Pasokan yang ada itu, menurut gagasannya, dapat diberikan lebih dahulu dan kemudian diganti melalui pembelian baru.
Usulan tersebut menyoroti jarak antara persetujuan transaksi dan kebutuhan operasional Ukraina. Pemerintah AS menyatakan penjualan itu ditujukan untuk membantu Ukraina menghadapi ancaman sekarang maupun yang akan datang dengan memperkuat pertahanan udara dan sistem rudalnya. Namun, keterangan resmi tersebut tidak menyertakan jadwal pengiriman.
Paket 2,1 miliar dollar masih menunggu peninjauan
Persetujuan pemerintah AS merupakan tahap penting dalam proses penjualan, tetapi paket itu masih harus melewati pemeriksaan Kongres. Karena itu, pengumuman tersebut belum berarti seluruh 500 rudal langsung dikirim ke medan pertahanan Ukraina.
Biaya pengadaan juga tidak disebut akan dibebankan kepada pemerintah AS. Menurut Departemen Luar Negeri, pembayaran akan berasal dari sumbangan negara-negara yang mendukung Ukraina. ANTARA menyebut paket tersebut bernilai 2,1 miliar dollar AS dan mencakup peralatan pendukung selain rudal PAC-3.
Patriot menjadi salah satu sistem yang digunakan Ukraina untuk menghadang drone dan rudal Rusia. Dalam kondisi persediaan yang menipis, kemampuan untuk memperoleh pencegat tambahan berpengaruh langsung pada kapasitas pertahanan udara negara itu. Namun, tanpa kepastian kapan barang tiba, Kyiv masih perlu mencari cara untuk menjaga ketersediaan rudal dalam waktu dekat.
Persetujuan muncul setelah hubungan kedua negara menegang
Kesepakatan ini diumumkan setelah beberapa pekan keluhan dari pihak Ukraina mengenai pasokan pencegat yang makin terbatas. Pada periode yang sama, hubungan Kyiv dan Washington sempat diwarnai sejumlah perbedaan. detikNews melaporkan ketegangan terkait kesepakatan bahan bakar diesel AS dengan Rusia, akses Ukraina ke layanan internet satelit, serta pertukaran intelijen.
Ketegangan itu mereda setelah Zelensky bertemu dengan utusan AS di Oslo pada 20 Oktober. Meski demikian, persoalan waktu pengiriman rudal tetap menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Persetujuan pembelian memberi jalan bagi pengadaan baru, tetapi belum menyediakan kepastian untuk kebutuhan pertahanan yang dihadapi Ukraina saat ini.
Tahap berikutnya adalah peninjauan Kongres atas rencana penjualan tersebut. Sementara proses itu berjalan, permintaan Kyiv agar mitra menyediakan rudal yang sudah tersedia masih menjadi salah satu pilihan yang disampaikan Zelensky untuk mengatasi jeda pasokan.
