Luiz Inacio Lula da Silva kembali memenangi pemilihan presiden Brasil setelah mengalahkan Flavio Bolsonaro dalam putaran kedua, Minggu, 25 Oktober 2026. Kemenangan tipis itu mengantarkan Lula menjadi kandidat pertama yang terpilih sebagai presiden Brasil untuk keempat kalinya.
Penghitungan akhir yang dikutip detikNews mencatat Lula meraih 51,79 persen suara, sedangkan Flavio memperoleh 48,21 persen. Selisihnya sekitar 4,4 juta suara. CNN Indonesia melaporkan angka yang dibulatkan, masing-masing 51,7 dan 48,2 persen.
Hasil ini membalikkan keadaan. Lula sebelumnya kalah dari Flavio pada putaran pertama, yang berlangsung pada awal Oktober. Menurut detikNews, sejak pemilihan langsung kembali digelar pada 1989, belum ada kandidat yang lebih dulu berada di posisi kedua pada putaran pertama lalu berhasil menang pada putaran kedua.
Kemenangan setelah tertinggal di putaran pertama
Flavio Bolsonaro adalah putra Jair Bolsonaro, presiden yang mendahului Lula. Persaingan mereka berlangsung di tengah perpecahan politik Brasil yang menguat dalam beberapa tahun terakhir. Kemenangan Lula menahan laju kandidat konservatif dalam pemilu kali ini, setelah sejumlah negara Amerika Latin seperti Argentina, Chile, Kolombia, dan Peru bergeser ke arah kanan, sebagaimana dilaporkan detikNews.
Dalam pidato pertamanya setelah menang, Lula berterima kasih kepada warga yang menggunakan hak pilih. Ia menyebut partisipasi pemilih sebagai upaya menjaga demokrasi, menurut laporan AFP yang dikutip detikNews. Di Rio de Janeiro, kemenangan itu disambut kembang api dan suara vuvuzela. Ribuan pendukung berbaju merah, warna Partai Buruh atau PT, berkumpul di jalan-jalan Sao Paulo.
Angka kemenangan Lula memang tidak besar, tetapi arti politiknya kuat. Ia kembali memperoleh mandat setelah melalui kekalahan, kontroversi hukum, dan masa ketika partainya diterpa skandal. Perjalanannya juga menutup satu siklus panjang yang dimulai dari gerakan buruh pada akhir 1970-an.
Dari pekerjaan serabutan ke gerakan buruh
Lula lahir pada Oktober 1945 di Caetes, negara bagian Pernambuco, sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara. Orang tuanya bekerja sebagai petani dan keluarganya hidup dalam kemiskinan. Sebelum masuk politik, ia pernah menyemir sepatu, berjualan di jalan, serta bekerja di pabrik logam. CNN Indonesia juga menyebut Lula sempat menjadi office boy dan menjalani pelatihan sebagai operator mesin bubut pada awal 1960-an.
Perubahan besar dalam hidupnya datang melalui dunia kerja. Pada 1975, menurut CNN Indonesia, Lula mulai mempertimbangkan keterlibatan politik setelah saudaranya diculik dan disiksa aparat keamanan. Ia kemudian aktif dalam gerakan buruh dan memimpin sejumlah pemogokan. Namanya pun dikenal luas sebagai pemimpin serikat pekerja.
Pengalaman itu menjadi pijakan untuk membentuk Partai Buruh. Sinar Harapan mencatat Lula bersama aktivis serikat pekerja, kalangan intelektual, dan reformis sosial mengumumkan pembentukan partai tersebut pada 10 Maret 1980. Dalam pemilu-pemilu berikutnya, Lula beberapa kali mencoba merebut kursi presiden, tetapi gagal pada 1989, 1994, dan 1998.
Kesempatan itu baru datang pada 2002. Lula menang atas Jose Serra dan menjadi presiden Brasil pertama dari kelas pekerja. Ia memimpin dua periode berturut-turut hingga 2010. Pada masa pemerintahannya, puluhan juta warga berhasil keluar dari kemiskinan, menurut detikNews, sementara Brasil memperkuat posisinya dalam percaturan global, sebagaimana dicatat CNN Indonesia.
Kontroversi hukum dan jalan kembali
Setelah Lula meninggalkan jabatan, PT menghadapi skandal korupsi dan tudingan ikut mendorong Brasil ke jurang resesi. Dilma Rousseff, penerus Lula, dimakzulkan pada 2016. Dua tahun kemudian, Lula dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dalam perkara korupsi dan pencucian uang. Ia pun tidak dapat mengikuti pemilihan presiden saat itu.
Lula menjalani 580 hari di penjara sebelum dibebaskan pada 2019. Mahkamah Agung Brasil kemudian membatalkan putusan yang menjeratnya, sehingga hak politiknya pulih. DetikNews melaporkan pembatalan itu berkaitan dengan persoalan prosedur dan penilaian bahwa hakim utama dalam perkara tersebut tidak objektif. Meski demikian, kontroversi kasus tersebut tetap membayangi karier politiknya.
Pada 2022, Lula kembali terpilih setelah menang tipis atas Jair Bolsonaro. Kemenangan kali ini memperpanjang masa kepemimpinannya dan menjadikannya presiden yang terpilih empat kali. Flavio Bolsonaro belum mengakui kekalahan dan, menurut detikNews, menyatakan akan meminta pemilu dibatalkan. Langkah itu menjadi perkembangan yang perlu diikuti setelah hasil pemungutan suara diumumkan.
