Sampah Antariksa Roket China Ditemukan di Kebun Sawit

Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan benda logam yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, merupakan sampah antariksa yang diduga berasal dari roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) milik China. Pecahan itu ditemukan di kawasan perkebunan PT Agro Bukit, Kilometer 26, setelah warga melaporkan suara dentuman dari arah langit.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, mengatakan benda tersebut merupakan temuan kedua berupa objek logam di area kebun sawit. Ia menyebut sumbernya diduga sama dengan pecahan yang ditemukan sehari sebelumnya, yakni bagian dari roket ZhuQue-2E.

“Ini objek kedua setelah kemarin juga ditemukan objek logam terkoyak di kebun sawit. Sumbernya diduga sama, sampah antariksa bekas roket ZhuQue-2E milik China,” kata Thomas kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Pecahan roket tersebar di sepanjang lintasan terakhir

Menurut Thomas, benda yang ditemukan bukan satu bagian utuh. Objek itu merupakan pecahan badan roket yang mencakup sejumlah komponen, termasuk tabung bahan bakar. Sisa roket tersebut dapat jatuh di beberapa lokasi, mengikuti lintasan terakhirnya sebelum memasuki atmosfer.

“Itu pecahan badan roket dengan komponen-komponen di dalamnya, termasuk tabung bahan bakar. Pecahannya tersebar di banyak lokasi sepanjang orbit terakhirnya,” ujar Thomas.

Lokasi jatuhnya sampah antariksa tidak dapat ditentukan secara pasti jauh-jauh hari, termasuk waktu dan titik pendaratannya. Thomas menjelaskan, lintasan orbit objek masih bisa diketahui, tetapi lokasi jatuhnya tidak bisa diprakirakan secara tepat.

Ketidakpastian itu membuat pecahan dari satu objek dapat ditemukan di tempat berbeda. Dalam kasus di Kotawaringin Timur, kemunculan benda-benda tersebut di kawasan perkebunan menjadi perhatian warga setelah terdengar dentuman keras yang disertai suara gemuruh dari arah langit.

Warga menemukan benda logam dalam dua hari

Suara dentuman dilaporkan terdengar di wilayah Kotawaringin Timur pada Minggu (18/10) sore. Keesokan harinya, Senin (19/10), warga menemukan pecahan logam berukuran cukup besar di kawasan yang sama. Benda pertama itu diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar cair roket.

Temuan berikutnya kembali menarik perhatian karena bentuk dan ukurannya. Benda berwarna kuning pudar tersebut tergeletak di antara pelepah kelapa sawit yang berserakan. Permukaannya melengkung menyerupai kubah atau setengah lingkaran, dengan deretan paku keling yang masih menempel di beberapa bagian.

Objek itu juga terlihat memiliki kabel dan sejumlah komponen logam. Ciri-ciri tersebut membuat benda yang ditemukan di tengah perkebunan itu tampak berbeda dari sampah biasa. BRIN mengidentifikasinya sebagai bagian dari badan roket berdasarkan penjelasan mengenai asal dan komponennya.

Meski sumbernya diduga sama, Thomas tidak menyebut bahwa semua pecahan sudah ditemukan. Ia menjelaskan bahwa bagian-bagian roket dapat tersebar di banyak titik sepanjang orbit terakhirnya. Karena itu, satu temuan tidak serta-merta menunjukkan seluruh lokasi jatuhnya pecahan lain.

Sampah antariksa bisa jatuh secara acak

Thomas mengatakan sampah antariksa milik negara mana pun dapat jatuh secara acak. Sebagian besar, menurut dia, jatuh di lautan, hutan, dan gurun. Indonesia sendiri pernah mengalami kejatuhan objek sampah antariksa milik Uni Soviet atau Rusia, China, serta Amerika Serikat.

“Sampah antariksa milik negara mana pun acak jatuhnya, sebagian besar jatuh di lautan, hutan, dan gurun,” kata Thomas.

Temuan di perkebunan Kotawaringin Timur memperlihatkan bahwa pecahan benda dari orbit dapat mencapai daratan dan ditemukan warga. Namun, waktu serta titik jatuhnya tidak dapat dipastikan, meski lintasan orbitnya dapat ditentukan.

Dengan adanya temuan berulang di lokasi yang sama, penjelasan BRIN menjadi rujukan untuk memahami asal benda logam tersebut. Warga yang menemukan objek serupa dapat menyampaikan temuannya kepada pihak berwenang agar identifikasi dilakukan berdasarkan pemeriksaan yang tepat.