4 Kesalahan Merawat Jerawat Saat Memakai Skincare

Kesehatan

Merawat jerawat dengan beberapa produk sekaligus belum tentu membuat kulit lebih cepat membaik. Sejumlah kandungan skincare justru berisiko memicu iritasi bila dipakai bersamaan, terutama bahan eksfoliasi dan bahan aktif yang sama-sama kuat. Karena itu, memahami kombinasi produk menjadi bagian penting dalam merawat jerawat.

Informasi yang tersedia menyoroti sejumlah pasangan kandungan yang sebaiknya tidak dilapiskan dalam satu waktu. Di antaranya glycolic acid dengan salicylic acid, retinol dengan AHA/BHA, serta benzoyl peroxide dengan BHA. Berikut empat kesalahan yang perlu dihindari agar upaya merawat kulit tidak berujung pada kemerahan, rasa perih, atau kulit mengelupas.

1. Menumpuk bahan eksfoliasi dalam satu rutinitas

Glycolic acid dan salicylic acid sama-sama bekerja membantu mengangkat sel kulit mati di lapisan pertama kulit. Memakai keduanya bersamaan dapat meningkatkan risiko iritasi. Kulit bisa terasa perih atau mengelupas, alih-alih memperoleh manfaat yang diharapkan.

Risiko serupa juga disebut pada kombinasi glycolic acid dan azelaic acid. Glycolic acid berfungsi mengeksfoliasi dan meremajakan kulit, sedangkan azelaic acid memiliki sifat antimikroba sekaligus eksfoliasi. Jika dipakai bersamaan, kulit dapat mengelupas, terasa terbakar, dan sangat perih.

Kesalahannya bukan semata memilih bahan yang tidak cocok untuk jerawat, melainkan menggabungkan beberapa bahan aktif tanpa mempertimbangkan cara kerjanya. Ketika produk mengandung lebih dari satu bahan eksfoliasi, pengguna perlu memperhatikan kandungan pada label dan tidak terburu-buru melapiskan semuanya dalam satu rutinitas.

2. Menggabungkan retinol dengan AHA atau BHA

Retinol dan AHA/BHA sama-sama kerap digunakan untuk menangani masalah kulit, termasuk jerawat dan kulit kusam. Namun, kombinasi tersebut dapat membuat kulit mengelupas berlebihan, merah, dan terasa perih akibat iritasi. Jadi, memakai lebih banyak bahan aktif bukan jaminan hasilnya lebih baik.

Perhatian serupa berlaku untuk retinol dan salicylic acid. Salicylic acid dikenal digunakan untuk membantu mengatasi jerawat, sementara retinol memiliki beragam fungsi. Jika keduanya dilapiskan, kulit dapat menjadi sangat kering dan mengelupas; jerawat bahkan berpotensi bertambah banyak.

Untuk bahan-bahan yang berisiko menimbulkan reaksi bila dipakai bersamaan, sumber menyarankan penggunaan pada waktu berbeda. Intinya, jangan menyatukan produk hanya karena masing-masing dikaitkan dengan manfaat untuk jerawat. Kombinasi dan cara pemakaian tetap perlu diperhatikan.

3. Memakai benzoyl peroxide bersama bahan aktif tertentu

Benzoyl peroxide termasuk bahan yang dapat membantu mengatasi jerawat, tetapi bukan berarti aman dipasangkan dengan semua kandungan lain. Sumber menyebut benzoyl peroxide dan BHA sebagai kombinasi yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan karena dapat memicu iritasi dan jerawat.

Pasangan lain yang perlu dicermati adalah benzoyl peroxide dan vitamin C. Benzoyl peroxide dapat mengoksidasi vitamin C sehingga warnanya berubah dan manfaat vitamin C tidak bekerja maksimal. Jika ingin menggunakan kedua bahan itu, sumber menyarankan pemakaian secara bergantian, bukan dalam waktu yang sama.

Dalam rutinitas perawatan, mengecek daftar kandungan sama pentingnya dengan memilih produk yang ditujukan untuk kulit berjerawat. Dua produk dengan fungsi berbeda tetap bisa memiliki bahan aktif yang berinteraksi. Menggunakan keduanya sekaligus tanpa memeriksa kandungan dapat membuat kulit tidak nyaman dan hasil perawatan tidak optimal.

4. Mencampur vitamin C dengan terlalu banyak bahan aktif

Vitamin C juga disebut tidak ideal digunakan bersamaan dengan peptide. Interaksi keduanya dapat membuat vitamin C teroksidasi dan berubah warna, sehingga manfaatnya tidak maksimal. Hal serupa terjadi pada kombinasi vitamin C dan retinol: keduanya bekerja optimal pada kondisi pH berbeda, sehingga pemakaian bersamaan dapat mengurangi efektivitasnya.

Vitamin C bersama AHA/BHA pun berisiko menyebabkan iritasi. Sumber menyarankan pemakaian pada waktu berbeda, misalnya vitamin C pada pagi hari dan AHA/BHA pada malam hari. Kombinasi vitamin C dan niacinamide juga disebut dapat menurunkan efektivitas masing-masing dan berisiko membuat warna kulit tidak merata.

Pesan utamanya sederhana: jangan menambah atau mencampur produk hanya karena ingin jerawat cepat reda. Periksa kandungannya, hindari melapiskan bahan yang berisiko berinteraksi, dan pisahkan waktu pemakaian bila memang hendak menggunakan keduanya. Rutinitas yang lebih terukur membantu mengurangi peluang kulit mengalami iritasi saat menjalani perawatan.