Serangan Rudal Rusia di Pryluky Tewaskan 20 Orang

Dunia

Serangan rudal Rusia menghantam sebuah apartemen di Pryluky, wilayah Chernigiv, Ukraina, pada Rabu pagi, 6 Oktober 2026. Otoritas Ukraina menyebut 20 orang tewas, termasuk lima anak-anak. Ledakan merusak parah gedung lima lantai itu dan melukai puluhan warga.

Serangan terjadi sekitar pukul 06.30 waktu setempat, ketika banyak penghuni masih berada di rumah. Menurut laporan AFP, kaca-kaca jendela pecah akibat ledakan. Separuh bagian gedung berubah menjadi tumpukan beton hangus dan logam bengkok, sementara asap mengepul dari reruntuhan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tiga korban anak yang tewas masih berusia 12 bulan. Seorang korban lainnya berusia delapan tahun, sedangkan jenazah seorang anak lain ditemukan dari reruntuhan pada Rabu malam. Tujuh anak lainnya termasuk di antara puluhan orang yang terluka.

Warga berlindung saat ledakan menghantam apartemen

Olena Sayun, 40 tahun, seorang terapis pijat yang tinggal di kawasan itu, mengatakan keluarganya sedang tidur saat serangan terjadi. Ledakan membuat jendela rumah mereka pecah dan barang-barang di dalam apartemen berhamburan.

“Syukurlah, kami melindungi anak dengan tubuh kami. Suami saya mengalami beberapa luka sayatan di punggung, begitu juga saya,” kata Sayun kepada AFP.

Menurut Sayun, anaknya mengalami syok dan sangat ketakutan. Mereka segera berlari ke kamar mandi dan tetap berlindung di sana ketika benda-benda di apartemen beterbangan akibat ledakan. Kesaksian itu menggambarkan betapa cepatnya serangan mengubah rumah warga menjadi tempat yang tak lagi aman.

Zelensky menuduh Rusia sengaja menyerang kota-kota dan kehidupan warga biasa. Ia menyebut penggunaan rudal terhadap Ukraina, termasuk terhadap anak-anak, sebagai tindakan teror yang disengaja.

“Penggunaan rudal yang terus dilakukan terhadap Ukraina, terhadap rakyat kami, anak-anak kami, merupakan pilihan teror yang benar-benar disengaja,” ujar Zelensky.

Serangan juga dilaporkan di sejumlah kota Ukraina

Serangan di Pryluky terjadi sehari setelah Zelensky memperingatkan kemungkinan adanya serangan besar Rusia, terutama terhadap infrastruktur energi. Pada hari yang sama, sejumlah wilayah lain di Ukraina juga dilaporkan menjadi sasaran dan menelan korban jiwa.

Dua orang tewas ketika rudal menghantam sebuah gedung bertingkat di Kremenchuk, Ukraina tengah. Dua korban lainnya dilaporkan tewas di Oleksandriya. Di Kyiv, serangan di kawasan padat penduduk Darnytskyi memicu kebakaran yang menewaskan dua orang, menurut Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko.

Klitschko juga menyampaikan bahwa dua orang lainnya tewas dalam serangan berikutnya. Rangkaian kabar dari beberapa kota itu menunjukkan bahwa dampak serangan tidak hanya dirasakan penghuni apartemen di Pryluky. Warga di berbagai wilayah menghadapi risiko ketika rudal menghantam kawasan permukiman.

Korban anak kembali menjadi sorotan

Jumlah korban di Pryluky menjadi perhatian karena lima anak termasuk di antara warga yang tewas. Tiga korban berusia 12 bulan, satu berusia delapan tahun, dan seorang anak lainnya ditemukan dari reruntuhan pada malam hari. Tujuh anak juga dilaporkan terluka.

Data tersebut disampaikan di tengah upaya pencarian dan penanganan korban setelah gedung lima lantai itu rusak berat. Namun, bahan laporan yang tersedia tidak merinci jumlah pasti seluruh warga yang terluka ataupun kondisi mereka. Otoritas Ukraina menyatakan serangan itu menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.

Serangan terhadap apartemen dan laporan korban di kota-kota lain kembali menempatkan keselamatan warga sipil sebagai persoalan mendesak dalam perang. Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga atau rumah, dampaknya tidak berhenti ketika ledakan mereda. Perhatian berikutnya tertuju pada penanganan korban, pencarian di lokasi reruntuhan, serta perlindungan bagi warga yang masih tinggal di kawasan rawan serangan.