Serangkaian serangan yang diklaim kelompok Houthi menghantam sejumlah sasaran di Riyadh, Arab Saudi, sejak awal Oktober. Bandara Internasional King Khalid menjadi salah satu titik yang terdampak; laporan otoritas dan media menyebut korban tewas, puluhan hingga ratusan orang terluka, serta gangguan operasional penerbangan.
Serangan itu berlangsung dalam beberapa kejadian berbeda. Pada awalnya, Houthi mengklaim menyerang fasilitas perusahaan minyak Aramco. Dalam perkembangan berikutnya, kelompok yang berbasis di Yaman itu menyatakan telah meluncurkan rudal ke bandara di Riyadh, Najran, dan pangkalan udara di Khamis Mushait.
Serangan Houthi menyasar bandara dan pesawat
Pada Minggu, 4 Oktober, media yang berafiliasi dengan Houthi mengutip juru bicara militer kelompok itu, Yahya Saree, yang mengklaim serangan terhadap fasilitas Aramco di Riyadh. Menurut Saree, serangan dilakukan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak pada Sabtu, 3 Oktober, waktu setempat.
Beberapa hari kemudian, Saree menyebut Houthi meluncurkan dua rudal ke Bandara Riyadh. Satu rudal lain disebut mengarah ke bandara di Najran, sedangkan satu lagi ditujukan ke pangkalan udara di Khamis Mushait.
Otoritas Penerbangan Sipil Saudi melaporkan dua serangan di Bandara Internasional King Khalid pada Kamis, 8 Oktober. Serangan pertama disebut menargetkan fasilitas bandara, sementara serangan kedua mengenai pesawat komersial milik Saudia Airlines.
Dalam pernyataannya, otoritas menyebut tiga warga Saudi tewas dan sejumlah orang mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Saudia Airlines juga mengonfirmasi salah satu pesawatnya rusak. Maskapai itu menyampaikan bahwa Kapten Hamoud Ali Alkalthami meninggal akibat serangan tersebut.
Laporan korban dari beberapa serangan
Serangan berikutnya kembali dilaporkan di bandara pada 10 Oktober. Seorang sumber diplomatik menyebut kepada AFP bahwa rudal menghantam area bandara sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Saksi mata mengatakan mendengar ledakan dan melihat orang-orang terluka di terminal domestik.
Seorang saksi yang berada di Gerbang 403 mengatakan kepada AFP bahwa ia melihat Gerbang 401 terkena serangan. Ia juga menyaksikan sejumlah orang terluka dan penumpang berlarian. Sumber rumah sakit menyebut lima orang dirawat di unit perawatan intensif, sementara jumlah korban luka secara keseluruhan diperkirakan mencapai puluhan.
Pada Minggu, 11 Oktober, otoritas penerbangan sipil menyampaikan bahwa serangan di Bandara Riyadh menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya. Kedutaan Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat mengimbau warga mereka menjauhi bandara serta mengikuti instruksi keamanan setempat.
Laporan lain menyebut sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 pada Minggu sore dan memicu kebakaran. Otoritas Umum Penerbangan Sipil kemudian mengonfirmasi satu warga Pakistan tewas dan 11 orang terluka dalam serangan itu. Korban luka dibawa ke rumah sakit, sementara kerusakan materiil masih dinilai.
Karena laporan-laporan tersebut merujuk pada serangan yang terjadi pada waktu berbeda, angka korban dalam setiap pemberitaan disampaikan secara terpisah. Koalisi pimpinan Arab Saudi menuding Houthi bertanggung jawab atas serangan proyektil di Terminal 4 dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.
Operasional bandara sempat dihentikan
Dampak serangan juga dirasakan pada layanan penerbangan. Seorang sumber senior penerbangan mengatakan operasi bandara dihentikan pada Minggu, 11 Oktober. Flightradar24 menyebut penutupan diperpanjang hingga pukul 21.00 waktu setempat, sedangkan sumber penerbangan lain menyatakan penghentian berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Kerusakan pada peralatan radar dan komunikasi dilaporkan menjadi salah satu pertimbangan. Landasan pacu juga perlu diperiksa sebelum aktivitas penerbangan dapat berjalan kembali. Dalam laporan serangan sebelumnya, otoritas Saudi menyatakan operasional bandara telah dilanjutkan dan lalu lintas udara kembali normal.
Houthi mengklaim serangan-serangan itu sebagai bagian dari operasi mereka dan mengancam akan terus menargetkan pusat-pusat transit di Saudi. Kelompok tersebut menyebut serangan dilakukan sebagai respons atas dukungan Riyadh terhadap pasukan pemerintah Yaman, yang berupaya merebut kembali wilayah dari Houthi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahnya akan mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi. Sementara itu, koalisi pimpinan Saudi menyatakan akan memberikan tanggapan tegas atas serangan ke bandara. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada langkah kedua pihak dan upaya menjaga keselamatan warga sipil di tengah konflik Yaman yang kembali memanas.
