Ballon d’Or akan menggelar malam penganugerahan ke-70 di London untuk pertama kalinya dalam sejarah penghargaan tersebut. Acara dijadwalkan berlangsung di London Palladium Theatre pada Senin, 26 Oktober, mulai pukul 20.00 GMT, dengan Thierry Henry dan Kate Scott sebagai pemandu acara.
Perayaan yang menandai tujuh dekade penghargaan individu paling prestisius dalam sepak bola itu akan mempertemukan para pemain, tokoh, dan insan olahraga dari berbagai negara. Siaran global juga disiapkan agar penonton di seluruh dunia dapat mengikuti pengumuman para pemenang.
Ballon d’Or pertama kali digelar di London
London Palladium Theatre dipilih sebagai tempat berlangsungnya gala tahun ini. Untuk pertama kalinya sejak penghargaan tersebut diperkenalkan, seremoni Ballon d’Or akan digelar di ibu kota Inggris. Pemilihan lokasi itu memberi nuansa berbeda pada perayaan ulang tahun ke-70.
Acara dijadwalkan dimulai pukul 20.00 GMT pada 26 Oktober. Penyelenggara juga memastikan setiap pemenang di London Palladium akan menerima trofi orisinal untuk dibawa pulang. France Football membuat trofi baru untuk setiap kategori setiap tahun.
Penghargaan kehormatan pernah diberikan kepada legenda sepak bola seperti Diego Maradona dan Pele semasa hidup mereka. Namun, perhatian utama pada seremoni kali ini tetap tertuju pada hasil penilaian juri internasional yang terdiri atas para jurnalis, serta kriteria dan periode evaluasi yang digunakan dalam menentukan pemenang.
Thierry Henry dan Kate Scott memandu seremoni
Henry, legenda Arsenal yang kini dikenal sebagai analis sepak bola, mengaku terhormat dipercaya memandu acara tersebut. Ia menyebut London sebagai kota tempat tinggalnya dan mengatakan memiliki ikatan kuat dengan budaya sepak bola serta para pendukung di sana.
“Saya merasa terhormat menjadi pembawa acara Ballon d’Or tahun ini. London adalah kota yang saya sebut rumah, dan saya memiliki hubungan mendalam dengan budaya sepak bola serta para penggemarnya yang penuh semangat,” kata Henry.
Henry akan memandu malam penghargaan bersama Kate Scott, presenter yang kerap membawakan acara sepak bola. Keduanya juga bekerja bersama dalam liputan Liga Champions. Pengalaman mereka di dunia siaran menjadi bekal untuk memandu seremoni di London Palladium.
Scott bukan orang baru di panggung Ballon d’Or. Ia pernah menjadi pembawa acara pada 2014, 2015, dan 2025. Ia menyebut malam penghargaan itu sebagai salah satu momen penting dalam kalender sepak bola, sekaligus kesempatan untuk menghormati pemain yang menginspirasi generasi berikutnya.
Messi, Mbappe, dan Yamal masuk sorotan
Persaingan kategori putra menghadirkan perpaduan pemain senior dan nama-nama dari generasi baru. Lionel Messi masih masuk dalam pembicaraan meski kini bermain untuk Inter Miami di Major League Soccer. Pemilik delapan gelar Ballon d’Or itu menjadi pemenang terbanyak dalam sejarah penghargaan tersebut.
Kylian Mbappe juga tercantum dalam daftar kandidat. Penyerang yang kini memperkuat Real Madrid itu masih memburu Ballon d’Or pertamanya. Daftar 30 nominasi turut memuat nama-nama seperti Erling Haaland, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham.
Ousmane Dembele, pemenang 2025, dan Rodri, penerima penghargaan pada 2024, ikut berada dalam daftar. Kehadiran mereka membuat nominasi kali ini memuat tiga mantan pemenang. Di sisi lain, Lamine Yamal masuk nominasi kategori utama pada usia remaja, bersama pemain muda lain seperti Pau Cubarsi dan Joao Neves.
Persaingan kategori putri dan dominasi Barcelona
Pada kategori putri, Aitana Bonmati menjadi salah satu kandidat utama untuk mempertahankan gelar yang diraihnya pada 2025. Rekan setimnya di Barcelona, Alexia Putellas, juga masuk nominasi. Putellas pernah memenangi penghargaan itu dua kali berturut-turut, pada 2021 dan 2022.
Barcelona turut mengirim Ewa Pajor dan Caroline Graham Hansen ke daftar nominasi. Kuatnya perwakilan klub tersebut menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tolok ukur sepak bola klub putri. Namun, persaingan juga datang dari pemain Manchester City, Khadija Shaw dan Lauren Hemp.
Daftar kandidat turut mencerminkan jangkauan sepak bola putri yang semakin luas. Barbra Banda dari Zambia dan Temwa Chawinga dari Malawi masuk nominasi setelah mencatatkan produktivitas gol di Amerika Serikat. Nama-nama muda seperti Esmee Brugts dan Vicky Lopez juga memperlihatkan hadirnya generasi baru dalam persaingan.
Dengan London sebagai tuan rumah baru dan para kandidat dari berbagai generasi, seremoni ke-70 ini akan menjadi panggung bagi lebih dari sekadar penyerahan trofi. Pengumuman pemenang pada Oktober nanti akan menjawab siapa yang paling menonjol menurut juri, sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan panjang Ballon d’Or.
