Jonathan Tah menilai Vincent Kompany berperan besar dalam perkembangan permainannya sejak ia bergabung dengan Bayern Munich pada 2025. Bek tengah itu menyebut perhatian Kompany, yang pernah bermain di posisi serupa, membantunya berkembang sekaligus mendorongnya mengambil tanggung jawab lebih besar di dalam tim.
Tah meninggalkan Bayer Leverkusen setelah menghabiskan satu dekade bersama klub tersebut. Kepindahannya ke Bayern menjadi langkah baru dalam kariernya, dan sejauh ini ia mendapat tempat penting di bawah arahan Kompany. Pada musim 2025/26, Tah tercatat sebagai bek tengah yang paling sering digunakan pelatih asal Belgia itu.
Perhatian Kompany membantu perkembangan Tah
Dalam wawancara dengan The Times, Tah mengatakan Kompany telah banyak meningkatkan kualitasnya. Ia melihat sang pelatih tidak hanya memusatkan perhatian pada taktik dan permainan di lapangan, tetapi juga pada perkembangan pribadi para pemain.
“Dia telah banyak meningkatkan saya. Dia adalah seseorang yang benar-benar melihat gambaran besar. Dia melihat lebih jauh dari pertandingan, lebih jauh dari lapangan,” kata Tah.
Menurut Tah, perhatian itu terasa relevan karena Kompany memahami tuntutan sebagai seorang bek tengah. Pengalaman bermain di posisi tersebut memberinya sudut pandang yang dekat dengan kebutuhan Tah, termasuk saat mendampingi pemain dalam latihan. Sumber menyebut Kompany memberikan perhatian dan bantuan khusus kepada Tah dalam sesi latihan.
Namun, pengaruh Kompany yang dirasakan Tah tidak berhenti pada aspek teknis. Tah mengatakan pelatih Bayern itu berfokus membentuk karakter pemain dan ingin dirinya tumbuh sebagai pemimpin, sebagaimana Kompany pernah menjalani peran tersebut saat masih bermain.
Dorongan menjadi pemimpin di Bayern
“Dia benar-benar fokus mengembangkan kepribadian seorang pemain dan ingin saya menjadi pemimpin seperti dirinya,” ujar Tah dalam wawancara tersebut. Pernyataan itu menunjukkan bahwa peran yang dibayangkan Kompany untuk Tah mencakup tanggung jawab di luar tugas menjaga lini belakang.
Tah juga mengamati cara Kompany menangani berbagai situasi sebagai pelatih. Menurutnya, ada kalanya sang pelatih tampak melakukan hal yang sama seperti ketika masih menjadi pemain. Pengalaman itu, kata Tah, membuatnya melihat hubungan antara karakter Kompany di lapangan dahulu dan pendekatannya dalam membina tim sekarang.
Kepercayaan terhadap gagasan Kompany turut menjadi bagian dari hubungan tersebut. Tah mengatakan tim yakin bahwa dengan memainkan identitas yang mereka bangun, Bayern bisa memenangi setiap pertandingan. Ia menyampaikan keyakinan itu sebagai bagian dari pandangan bersama, bukan sebagai jaminan bahwa hasil selalu akan berpihak kepada mereka.
Bagi Tah, mendapat menit bermain paling banyak di antara bek tengah Bayern menjadi bukti bahwa ia memegang peran penting dalam rencana Kompany pada musim ini. Namun, sumber tidak merinci jumlah penampilan maupun statistik individu lain, sehingga ukuran kontribusinya di sini terutama terlihat dari posisinya di antara para bek tengah yang digunakan pelatih.
Peran Tah masih bisa berkembang
Perjalanan Tah di Bayern masih berjalan. Setelah bertahun-tahun membela Leverkusen, ia kini berada di lingkungan baru dan bekerja di bawah pelatih yang memahami posisi bermainnya. Kombinasi pengalaman itu dan kepercayaan yang diberikan Kompany memberi dasar bagi Tah untuk terus memperkuat perannya.
Sumber menyebut peran Tah di tim masih akan berkembang. Perbaikan yang ia rasakan sejauh ini dapat menjadi modal penting, tetapi keberlanjutannya bergantung pada kemampuannya menjaga perkembangan tersebut. Jika mampu melakukannya, Tah berpeluang tetap menjadi bagian vital Bayern pada sisa musim ini dan, sebagaimana diharapkan sumber, untuk waktu yang lebih panjang.
Hubungan antara pelatih dan pemain ini juga menyoroti pendekatan Kompany yang tidak membatasi pembinaan pada kebutuhan pertandingan berikutnya. Bagi Tah, arahan itu mencakup kemampuan bermain, kepribadian, dan kepemimpinan. Bagaimana peran tersebut berkembang akan menjadi salah satu hal yang patut dicermati seiring Bayern menjalani musim 2025/26.
