Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat yang berunjuk rasa di Jakarta, Rabu (28/10/2026), tertahan saat hendak bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi yang berpusat di Jalan Jenderal Sudirman itu membawa lima tuntutan, sementara sejumlah layanan Transjakarta harus dihentikan, dipersingkat, atau dialihkan.
Kompas.id melaporkan massa mulai memenuhi badan jalan sekitar pukul 15.00 WIB. Banyak peserta datang dari arah Bendungan Hilir dan Jalan Jenderal Sudirman dengan bus serta angkutan kota. Mereka kemudian menghadapi barisan aparat yang menutup akses ke Bundaran HI.
Selama lebih dari setengah jam, peserta tidak dapat melanjutkan perjalanan. Personel TNI Angkatan Darat terlihat membentuk lapisan barisan di belakang polisi. Massa tetap berorasi dari lokasi, beberapa kali meneriakkan seruan “Revolusi”.
Lima tuntutan dibawa ke Jalan Sudirman
Agenda demonstrasi mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, ruang sipil, korupsi, dan pendidikan. Untuk isu kebakaran hutan dan lahan, peserta meminta pemerintah menetapkannya sebagai bencana nasional. Mereka juga menuntut korporasi yang terlibat diadili serta ekosistem yang terdampak dipulihkan.
Di bidang ekonomi, massa mendesak pembenahan tata kelola kebijakan agar ketimpangan sosial dapat diberantas. Mereka juga meminta penyempitan ruang sipil dan militerisasi dihentikan. Dua tuntutan lain menyangkut pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta penurunan biaya pendidikan dan pembentukan sistem pendidikan yang berpihak kepada rakyat.
Peserta datang dari sejumlah unsur masyarakat. Menurut laporan Kompas.id, mereka mengikuti aksi sebagai bagian dari masyarakat dan tidak membawa identitas instansi masing-masing. BEM Universitas Indonesia turut terlibat dalam koordinasi massa.
Sebelum barisan bergerak, Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold Elisa Partomuan Hutagalung meminta peserta menyampaikan aspirasi di sekitar Jalan Jenderal Sudirman. Ia menyebut Bundaran HI sebagai kawasan perdagangan dan ekonomi. “Kami selalu terbuka, tetapi kalau di Bundaran HI itu pusat perdagangan, pusat ekonomi,” kata Reynold pada Rabu pukul 14.56 WIB.
Peserta aksi tetap menginginkan kesempatan melanjutkan perjalanan. Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengatakan mereka merasa sudah menyampaikan pemberitahuan mengenai rencana demonstrasi. “Kita sudah sering melakukan (unjuk rasa) ini, jadi ini tinggal koordinasinya,” ujarnya.
Barisan massa kembali tersendat
Setelah konsolidasi, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI Hafidz Hernanda meminta peserta maju perlahan. Massa sempat bergerak, tetapi kembali tertahan oleh barisan aparat. Orasi pun berlanjut di Jalan Jenderal Sudirman.
Rencana peserta saat itu adalah membacakan tuntutan di jalan tersebut jika hingga pukul 16.00 WIB mereka belum bisa mencapai Bundaran HI. Informasi yang tersedia dalam laporan Kompas.id mencatat massa kembali terhambat, tanpa menyebut perkembangan setelah rencana tersebut.
Situasi itu membuat aksi tidak hanya berdampak pada pergerakan demonstran. Sejumlah perjalanan bus Transjakarta di Jakarta Pusat juga mengalami penyesuaian. Perusahaan menyampaikan pembaruan operasional berdasarkan kondisi hingga pukul 14.30 WIB, sebelum massa memenuhi badan jalan sekitar pukul 15.00.
Empat rute dihentikan sementara
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyatakan 237 rute masih berjalan normal pada pembaruan tersebut, sedangkan delapan rute mengalami penyesuaian. Empat layanan dihentikan sementara, yakni 6B Ragunan-Balai Kota via Semanggi, 6A Ragunan-Balai Kota via Kuningan, 1P Senen-Blok M, serta 1B Stasiun Palmerah-Tosari.
Dua rute lain dipersingkat. Pada layanan 6D Stasiun Tebet-Bundaran Senayan via underpass, bus tidak melayani titik Plaza Sentral sampai Jalan Karet Baru Timur. Rute 4C Pulogadung-Bundaran Senayan melewati titik Graha Mandiri hingga Bundaran Senayan tanpa melayani kawasan tersebut.
Pengalihan juga berlaku untuk rute 9D Pasar Minggu-Tanah Abang dan rute 1 Blok M-Kota. Untuk 9D menuju Tanah Abang, layanan tidak melewati Bendungan Hilir hingga Pospol Jatibunder. Pada arah sebaliknya, titik Jembatan Serong sampai Bendungan Hilir tidak dilayani. Rute 1 dialihkan di lintasan kawasan Polda Metro Jaya hingga Monas.
Ayu meminta pelanggan menyesuaikan perjalanan dan memeriksa informasi terbaru melalui aplikasi TJ: Transjakarta atau kanal media sosial resmi perusahaan. Penyesuaian rute tersebut menjadi perkembangan langsung yang perlu diperhatikan pengguna angkutan umum di sekitar Jakarta Pusat.
