Kecelakaan dua truk di depan Gedung DPR/MPR RI membuat Jalan Gatot Subroto arah Slipi tersendat pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Muatan keramik yang jatuh dari salah satu kendaraan menutupi sebagian badan jalan, sehingga petugas perlu mengevakuasi truk sekaligus membersihkan pecahannya.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 03.40 WIB di ruas jalan dari arah timur menuju barat. Menurut laporan VIVA, kedua kendaraan yang terlibat adalah truk Toyota Dyna Light Truck bernomor polisi F-9091-QA dan truk tronton Mercedes-Benz B-9780-UEW.
Pada pagi hari, kondisi di lokasi belum pulih. DetikNews melaporkan, sekitar pukul 08.35 WIB proses penanganan masih berlangsung. Satu truk tampak mengarah ke Slipi, sementara kendaraan lainnya berada melintang di jalan. Muatan yang berhamburan turut menghambat kendaraan yang melintas.
Keramik berserakan setelah dua truk bertabrakan
Informasi kecelakaan disampaikan melalui akun X TMC Polda Metro Jaya. Petugas Laka Lantas Polda Metro Jaya menangani peristiwa tersebut di depan kompleks MPR/DPR. Pengendara yang melintas ke arah Slipi diminta berhati-hati dan mengantisipasi perlambatan. TMC juga mengimbau pengguna jalan mempertimbangkan jalur alternatif.
Kemacetan tidak langsung berakhir setelah truk dipindahkan. Material keramik masih tersebar di badan jalan dan harus dibersihkan. Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Kharisma mengatakan pembersihan masih dilakukan karena banyak keramik yang jatuh.
VIVA melaporkan, pada pukul 09.15 WIB kendaraan mulai dapat melintas setelah petugas bekerja membersihkan lokasi. Jalur busway juga sudah bisa digunakan. Arus lalu lintas kemudian berangsur terurai, meski sebelumnya perjalanan di ruas tersebut tertahan oleh evakuasi dan pecahan muatan.
Perkembangan itu memberi gambaran bahwa penanganan kecelakaan mencakup lebih dari memindahkan kendaraan yang bertabrakan. Keramik yang menutupi sebagian jalan tetap menjadi hambatan bagi lalu lintas, termasuk bagi kendaraan yang mulai bergerak kembali. Karena itu, petugas masih perlu memastikan area yang terdampak dapat dilalui.
Truk Dyna disebut berhenti karena poros roda patah
VIVA mengutip keterangan polisi mengenai kondisi sebelum tabrakan. Toyota Dyna disebut berhenti di lajur kanan karena poros roda belakang kiri patah. Kendaraan itu sedang menunggu bantuan storing dari kantornya.
Truk tronton yang dikemudikan Sofriadi diduga kurang berhati-hati saat melintas dan menabrak bagian belakang Dyna. Benturan tersebut mendorong Dyna ke depan hingga mengenai guardrail di sisi kanannya. Dugaan itu masih menjadi bagian dari penanganan polisi, bukan kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan.
Yayat mengemudikan Toyota Dyna, sedangkan Sofriadi berada di balik kemudi truk tronton. Sofriadi mengalami luka lecet pada kaki kanan dan kiri. Kedua kendaraan juga mengalami kerusakan. Bahan yang tersedia tidak merinci kondisi Yayat maupun tingkat kerusakan setiap truk lebih jauh.
Berhentinya Dyna di lajur kanan karena kerusakan kendaraan menjadi bagian penting dalam kronologi yang disampaikan polisi. Namun, penyebab lengkap tabrakan belum dipastikan. Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut, termasuk rangkaian kejadian sebelum truk tronton menghantam bagian belakang Dyna.
Arus menuju Slipi mulai bergerak setelah pembersihan
Perbedaan kondisi lalu lintas pada pagi itu tercatat dalam laporan dari waktu yang berbeda. Saat dihubungi sekitar pukul 08.35 WIB, call center NTMC Korlantas Polri menyebut proses evakuasi masih berlangsung. Sekitar 40 menit kemudian, menurut VIVA, kendaraan sudah mulai dapat melintas dan jalur busway kembali bisa digunakan.
Pengendara yang melintasi Jalan Gatot Subroto di depan kompleks DPR/MPR tetap perlu memperhatikan kondisi jalan dan arahan petugas, terutama jika melaju ke arah Slipi. Pembersihan keramik dan evakuasi menjadi pekerjaan lanjutan setelah tabrakan, sementara penyelidikan polisi masih berjalan untuk mengetahui penyebab kejadian.
