Pramono berharap aksi demonstrasi di Jakarta pada 28 Oktober berlangsung nyaman dan tidak mengganggu ketertiban umum. Imbauan itu disampaikan menjelang rencana penyampaian aspirasi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Kompas.com melaporkan Pramono ingin demonstrasi berlangsung dalam suasana yang menyenangkan. Harapan tersebut sejalan dengan seruan agar peserta menyampaikan pendapat secara damai, meski setiap kelompok memiliki sikap dan agenda masing-masing.
Seruan menjaga ketertiban juga datang dari Polri. Dalam laporan di situs resminya, Kadivhumas Polri mengajak masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Informasi yang tersedia tidak merinci bentuk pengamanan atau lokasi aksi.
Seruan damai menjelang peringatan Sumpah Pemuda
KSPN meminta mahasiswa yang berencana menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober melakukannya dengan damai dan sesuai semangat Sumpah Pemuda. Seruan itu diberitakan Kumparan.com.
Pesan tersebut menempatkan cara penyampaian aspirasi sebagai perhatian utama menjelang aksi. KSPN mendorong mahasiswa tetap menggunakan jalur demonstrasi secara tertib. Tidak ada keterangan lebih terperinci dalam laporan tersebut mengenai jumlah peserta, titik berkumpul, ataupun tuntutan yang akan dibawa mahasiswa.
Perbedaan agenda juga tampak dari sikap serikat pekerja. ANTARA News melaporkan KSPSI AGN tidak akan turun dalam aksi 28 Oktober. Organisasi itu disebut berfokus pada isu undang-undang ketenagakerjaan.
Sikap KSPSI AGN memperlihatkan bahwa tidak semua organisasi memilih terlibat dalam aksi pada tanggal tersebut. Fokus pada pembahasan undang-undang ketenagakerjaan menjadi agenda tersendiri, berbeda dari keputusan kelompok yang akan turun menyampaikan aspirasi di jalan.
Agenda kelompok tidak seluruhnya sama
Rangkaian laporan media menunjukkan adanya beberapa pesan menjelang 28 Oktober: pemerintah daerah berharap situasi tetap tertib, Polri mengajak masyarakat menjaga keamanan bersama, dan KSPN meminta mahasiswa mengedepankan cara damai. Pada saat yang sama, KSPSI AGN menyatakan tidak ikut aksi karena menaruh perhatian pada isu ketenagakerjaan.
Belum ada keterangan dalam informasi yang tersedia mengenai rute demonstrasi, jumlah massa, maupun langkah teknis pengamanan di Jakarta. Perkembangan yang diketahui sejauh ini adalah harapan Pramono agar kegiatan tidak mengganggu ketertiban umum, serta ajakan kepada peserta untuk menyampaikan aspirasi dengan damai.
