Saham TRUK Melonjak 87,1%, Portofolio Andry Hakim

Ekonomi

Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), salah satu portofolio investor Andry Hakim, menjadi saham dengan kenaikan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan perdagangan 19-23 Oktober 2026. Harganya melesat 87,1 persen, dari Rp 3.220 menjadi Rp 6.025 per saham.

Data BEI yang dikutip pada Minggu (25/10/2026) menunjukkan kenaikan tersebut setara Rp 2.805 per saham dalam sepekan. TRUK merupakan perusahaan transportasi truk yang sahamnya dibeli Andry bersama investor Gabriel Rey.

Harga saham TRUK naik tajam dalam sepekan

Laju TRUK terjadi setelah saham itu lebih dulu mencatat kenaikan besar pada periode sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, saham tersebut melonjak 24,8 persen ke Rp 3.220 dan menyentuh batas auto rejection atas (ARA), ketika IHSG justru anjlok 678,6 poin atau 11,5 persen ke level 5.185,1.

Dalam sebulan hingga saat itu, saham TRUK telah naik 199,5 persen. Kenaikan pada pekan 19-23 Oktober kemudian membawa harganya ke Rp 6.025. Berdasarkan perbandingan harga tersebut, TRUK tercatat sebagai top gainers BEI untuk periode mingguan yang dilaporkan.

Meski demikian, perdagangan saham TRUK telah dihentikan sementara oleh BEI ketika laporan tersebut diterbitkan. Karena itu, nilai kepemilikan dan keuntungan yang dihitung berdasarkan harga terakhir perlu dibaca dengan memperhatikan bahwa saham sedang berstatus suspended.

Andry dan Gabriel menguasai 20 persen saham

Andry Hakim dan Gabriel Rey sebelumnya membeli saham TRUK dengan total kepemilikan gabungan sebesar 20 persen. Transaksi itu dilakukan pada harga Rp 428 per saham, melalui perusahaan masing-masing.

PT Pukul Rata Kanan, perusahaan milik Gabriel Rey, membeli 65,25 juta saham atau 15 persen dari total saham TRUK. Nilai pembeliannya mencapai Rp 27,9 miliar. Sementara itu, Hakimson Growth Capital, entitas Andry, mengambil 21,75 juta saham atau 5 persen dengan nilai transaksi Rp 9,3 miliar.

Saham tersebut dilepas Catur Dharma Anugerah Surya sebanyak 87 juta lembar, setara 20 persen, dengan harga yang sama. Nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp 37,2 miliar. Andry menyebut perusahaan penjual itu terafiliasi dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE). Menurut pengetahuannya, Grup CBRE sebelumnya berencana mengakuisisi TRUK dan telah membeli sebagian saham perusahaan tersebut.

Dalam podcast yang disiarkan Stockbit, Andry mengatakan ia kemudian bernegosiasi dengan pihak terkait sebelum membeli saham bersama Gabriel. Ia menyampaikan minat membeli saham perusahaan itu dalam dua bulan terakhir sebelum transaksi tersebut.

Nilai kepemilikan Andry dihitung mencapai Rp 131 miliar

Dengan harga TRUK di Rp 6.025, nilai kepemilikan 21,75 juta saham milik Hakimson Growth Capital secara hitungan menjadi sekitar Rp 131 miliar. Dibandingkan modal pembelian Rp 9,3 miliar, selisihnya sekitar Rp 121 miliar, atau kenaikan sekitar 1.307 persen.

Perhitungan tersebut mengasumsikan tidak ada transaksi jual beli saham selama periode kepemilikan. Angka itu merupakan nilai berdasarkan harga pasar yang disebut dalam laporan, bukan keterangan bahwa saham telah dijual atau keuntungan tersebut sudah direalisasikan.

Andry juga pernah menyebut bahwa ia dan Gabriel memiliki rencana lain untuk TRUK, tetapi belum dapat mengungkapkannya. Ia membuka kemungkinan kepemilikan saham mereka bertambah seiring waktu dan mengatakan keduanya telah memiliki kesepakatan.

Rencana untuk TRUK belum diungkapkan

Dalam podcast yang sama, Andry menyebut Guna Timur Raya memiliki sekitar 90 armada truk. Sebelumnya, terdapat rencana untuk menambah armada, meski ia mengatakan dirinya dan Gabriel mempunyai rencana lain yang belum bisa disampaikan kepada publik.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan perubahan pengendali atau arah bisnis perusahaan, Andry belum memberikan jawaban pasti. Ia hanya menyebut masih ada banyak peluang yang dapat dikembangkan di TRUK.

Pergerakan harga yang tajam dan penghentian sementara perdagangan menjadi dua hal penting dalam membaca perkembangan saham ini. Sementara rencana pemegang saham belum dijelaskan, investor dapat mencermati pengumuman perusahaan dan informasi resmi BEI untuk mengikuti perkembangan TRUK berikutnya.